Share it

Rabu, 31 Agustus 2011

Latihan Soal 1 (Materi : GERAK)

  1. Dapatkah Anita yang duduk diam di bangku halte dikatakan bergerak oleh Budi yang melihatnya dari dalam bus yang sedang bergerak ?
  2. Di dalam sebuah kereta yang sedang melaju, Joni berjalan menuju ke tempat duduk Erna yang sedang membaca buku fisika. (A) Jika orang yang berdiri di sisi rel diambil sebagai acuan, apakah Joni atau Erna dapat dikatakan bergerak? (B) Jika masinis kereta yang sedang menyetir diambil sebagai acuan, apakah Joni atau Erna dapat dikatakan bergerak?
  3. Dari dua pernyataan berikut ini, yakni : "Mobil sedang bergerak 60 km/jam" dan "mobil sedang bergerak 60 km/jam ke timur". Tunjukkan pernyataan manakah yang menunjukkan kelajuan mobil dan kecepatan mobil.
  4. Sebuah sepeda motor bergerak lurus beraturan dan menempuh jarak 100 meter dalam 10 detik. Tentukan : (A) Kelajuan rata-ratanya. (B) Lama waktu yang ditempuh untuk jarak 100 km
  5. Apa perbedaan mendasar antara GLB dan GLBB ?
  6. Sebuah kereta bergerak dengan kelajuan tetap 72 km/jam. (A) Berapa lama waktu yang akan diperlukan untuk menempuh jarak 12 km ?. (B) Berapa jauh jarak yang ditempuh dalam 10 menit?
  7. Sebuah motor menempuh jarak 110 km dalam 2 jam, kemudian berbalik arah dan menempuh jarak 40 km dalam 30 menit. Tentukan (A) Perpindahan. (B) Jarak). (C) Kecepatan. (D) Kelajuan motor
  8. Rubby berjalan cepat ke timur dan menempuh 50 m dalam 10 sekon, kemudian berbelok ke utara dan menempuh 120 m dalam 24 detik. Tentukan : (A) Perpindahan. (B) Jarak). (C) Kecepatan. (D) Kelajuan Rubby dalam perjalanannya
  9. Antono berlari mengelilingi suatu lapangan berbentuk lingkaran sebanyak 2,5 putaran dalam waktu 110 detik. Jika lapangan tersebut berdiameter 70m, tentukan : (A) Kelajuan rata-rata. (B) Kecepatan rata - rata
  10. seekor tikus bergerak sepanjang garis lurus yang dapat dinyatakan dengan persamaan berikut : ., dengan x dalam meetr dan t dalam sekon. Tentukanlah (A) Kecepatan rata-rata tikus dalam selang waktu antara t = 1 s dan t = 2 s. (B ) Kecepatan tikus pada t = 1 s
  11. Dua buah mobil yang terpisah sejauh 75 km bergerak saling mendekati. Pada saat yang bersamaan, masing-masing dengan kecepatan 60km/jam dan 60 km/jam. Kapan dan dimana kedua mobil tersebut berpaspasan ?
  12. Sebuah truk mulai dari keadaan diam bergerak dengan percepatan tetap 4 . Tentukan kecepatan dan jarak yang ditempuh truk setelah bergerak selama 4 s.
  13. Kecepatan sebuah mobil bertambah dengan tetap dari 6,0 m/s menjadi 20 m/s sewaktu menempuh jarak 70m. Tentukan percepatan dan waktu tempuh mobil.
  14. Sebuah pesawat terbang mulai bergerak dan dipercepat oleh mesinnya dengan 2,5 . Untuk tinggal landas (take off) pesawat terbang tersebut memerlukan kecepatan 60 m/s. Berapa panjang landasan minimum yang diperlukan ?
  15. Sebuah mobil berada di puncak bukit dan meluncur ke lembah. Jika mobil meluncur dari keadaan diam, kecepatannya di lembah adalah 12 km/jam. Berapa kecepatan mobil di lembah jika kecepatan awalnya 5 km/jam ?
  16. Sebuah kereta mendapat percepatan 2 selama 10 sekon dari keadaan diam. Lalu diperlambat dengan perlambatan 4 sampai berhenti. Hitung jarak total yang ditempuh kereta tersebut

[Disadur dari : SeribuPena FISIKA untuk SMA/MA Kelas X ; Erlangga ; Ir. Marthen Kanginan M.Sc]

Selasa, 30 Agustus 2011

Catatan Penting untuk materi GERAK

Apa itu "TITIK ACUAN" / "KERANGKA ACUAN" ?
Titik Acuan / Kerangka Acuan adalah titik awal ketika benda mulai bergerak.

Menurut sudut pandang ilmu fisika, bagaimana suatu benda dapat dikatakan bergerak?
Suatu benda dikatakan bergerak apabila benda tersebut mengalami PERPINDAHAN titik acuan. Mudahnya, benda tersebut dikatakan bergerak apabila mengalami perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain. Akan diberikan ilustrasi berikut
"Anto berjalan kaki dari Jalan Lebak Bulus hingga Jalan Pasar Jumat", mana yang menjadi titik acuan? yang menjadi titik/kerangka acuan adalah Jalan Lebak Bulus (titik awal ketika Anto akan bergerak). Maka Anto dikatakan bergerak karena telah mengalami PERPINDAHAN dari titik acuan (berpindah tempat dari Lebak Bulus ke Pasar Jumat).

Apa itu "PERPINDAHAN" ? Perpindahan adalah berubahnya titik acuan. Maka, benda yang mengalami perpindahan dapat dikatakan BERGERAK (seperti kasus Anto yang berpindah dari Lebak Bulus ke Pasar Jumat). Bagaimana untuk kasus berikut ?
"Anto berjalan kaki dari Lebak Bulus ke Pasar Jumat dan kembali lagi ke Lebak Bulus". Dalam kasus tersebut, Anto dikatakan TIDAK BERGERAK karena tidak mengalami perpindahan. "kok bisa tidak mengalami perpindahan?" karena titik acuannya tidak berubah (ingat, titik acuannya adalah Lebak Bulus)

Apa itu Gerak Semu? Gerak Semu adalah benda yang diam terlihat seolah-olah bergerak. Contohnya ketika kamu menaiki transportasi umum, lihatlah pepohonan dan bangunan-bangunan, seakan-akan pohon-pohon dan bangunan tersebut bergerak, padahal pohon dan bangunan tersebut diam (padahal yang bergerak adalah kendaran yang kita naiki bukan?). Lihat, Matahari terbit di timur dan terbenam di barat, seolah-olah matahari tersebut bergerak. Kenyataannya matahari tersebut diam, yang bergerak adalah Bumi (yang berputar pada porosnya)

Apa itu Gerak Relatif? Gerak Relatif adalah gerak suatu benda yang bergantung pada titik acuannya. Perhatikan kasus berikut
"Anto menaiki bus Trans Jakarta. Penumpang lainnya duduk di terminal yang berada tepat disebelah kanan Bus Trans Jakarta. Ketika Bus bergerak, seorang pedagang kaki lima melintas di depan bus (menyebrang)". Mari kita telusuri
  1. Jika PENUMPANG YANG DUDUK DI TERMINAL di jadikan sebagai titik acuan, maka Anto dikatakan bergerak terhadap penumpang yang duduk di terminal (dan terhadap terminal). Tetapi, Anto diam terhadap bus yang ditumpanginya.
  2. Jika BUS TRANS JAKARTA yang dijadikan sebagai titik acuan, maka penumpang yang duduk di terminal dan pedagang kaki lima dikatakan bergerak terhadap bus. Namun bus diam
Pertanyaannya, jika Matahari dijadikan sebagai titik acuan kita, maka teman-teman yang sedang duduk manis saat ini diam ataukah bergerak?


Jumat, 21 Januari 2011

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

GLBB adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan percepatan tetap. GLBB dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :
Vt = V0 ± a.t

S = V0 . t ± ( ½) a . t2

Vt2 = V02 ± 2 . a . s

dimana

Vt = kecepatan akhir (m/s) dan V0 = kecepatan awal (m/s)

a = percepatan (m/s2) ; t = waktu (s) ; dan s = jarak (m)

bernilai positif (+) bila benda DIPERCEPAT

bernilai negatif (-) bila benda DIPERLAMBAT

1. GERAK VERTIKAL

Suatu gerak benda yang menempuh lintasan bertikal terhadap tanah dimana selama geraknya benda tersebut hanya mengalami percepatan gravitasi (hambatan / gesekan di udara diabaikan).

Persamaan Gerak Vertikal sama saja dengan rumus GLBB pada umumnya. hanya saja variabel a diganti menjadi g ; dan variabel s diganti menjadi variabel h

persamaan menjadi

Vt = V0 ± g.t

h = V0 . t ± ( ½) g . t2

Vt2 = V02 ± 2 . g . h

h = tinggi (meter) ; g = percepatan gravitasi(

m/s2)

bernilai positif (+) jika benda TURUN dan bernilai negatif (-) jika benda NAIK

jika di dalam soal tidak diberitahu nilai g, maka digunakan nilai g yang berlaku pada umumnya, yaitu g = 10 m/s2. terkadang di dalam soal g = 9,8 m/s2 (tetapi ingat, yang umum digunakan adalah 10 m/s2 BILA DI DALAM SOAL TIDAK DIKETAHUI)

2. GERAK JATUH BEBAS

adalah gerak bertikal suatu benda yang dijatuhkan dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal (V0 = 0). rumus Gerak Jatuh Bebas sama saja dengan rumus Gerak Vertikal, hanya saja KECEPATAN AWAL DIHILANGKAN.(V0 = 0)

Vt = g.t

h = ( ½) g . t2

Vt2 = 2 . g . h

Sabtu, 18 Desember 2010

KINEMATIKA GERAK LURUS (GLB)


GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

1. JARAK & PERPINDAHAN
Apa itu jarak? apa itu perpindahan?
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh benda dan
Perpindahan adalah jarak yang diukur dari KEDUDUKAN AKHIR ke KEDUDUKAN AWAL.

2. KECEPATAN & KELAJUAN
apa bedanya Kelajuan dan Kecepatan? apakah sama? mari kita lihat definisi-nya
a. Kecepatan adalah besaran yang bergantung arah sehingga kecepatan adalah besaran vektor. alat untuk mengukur kecepatan adalah velocitometer
b. Kelajuan adalah besaran yang tidak bergantung pada arah, sehingga kelajuan merupakan besaran skalar
secara matematika, Kecepatan dan Kelajuan dapat ditulis sebagai berikut

v = s / t
ket :
s = jarak (meter) , t = waktu (sekon) dan v = kecepatan/kelajuan (v)

contoh soal
sebuah bola sepak setelah dihentakkan mengalami gerak lurus beraturan dan menempuh jarak 8 meter dalam waktu 2 sekon. tentukanlah
a. kecepatannya
b. lama bola sepak itu untuk menempuh jarak 2 meter

jawab
a. diketahui dalam soal bahwa jarak (s) = 8 m dan waktu (t) = 2 s. maka untuk menghitung kecepatannya cukup gunakan rumus GLB di atas
v = s / t = 8 / 2 = 4 m/s
maka kecepatannya adalah 2 m/s
b. untuk jarak 2m, maka waktu yang dilaluinya adalah
t = s / v = 2 / 4 = 0,5 sekon. (Ingat, dalam fisika, selalu gunakan Satuan Internasional.SI)





Jumat, 10 Desember 2010

ATURAN BERHITUNG DENGAN BILANGAN ANGKA PENTING

1. Hasil penjumlahan atau pengurangan harus menghasilkan jumlah angka yang diragukan(disingkat AR) sedikit
contoh :
5,37 + 0,2 = 5,57 --> jawaban aslinya = 5,6 (sistem pembulatan)
(angka yang diragukan terletak setelah koma). tampak bahwa antara 5,37 (2AR) dan 0,2(1AR) yang memiliki AR sedikit adalah 0,2. maka hasil juga harus memiliki AR paling sedikit yaitu 5,6.

2. Untuk perkalian dan pembagian angka penting (AP) harus menghasilkan jumlah AP yang terkecil (berlaku untuk bilangan desimal)
contoh
2,56(3AP) X 2,1 (2AP) = 5,376 --> jawaban asliny menurut AP adalah 5,4 (harus menghasilkan 2AP)
3,17 (3AP) X 4,2321 (5AP) = 13, 415757 --> jawaban aslinya menurut AP adalah 13

untuk bilangan pasti (tanpa desimal) dengan bilangan desimal, maka harus menghasilkan jumlah AP terbesar
contoh.
20 (2AP) X 3,21(3AP) = 64,2

Untuk angka penting dalam konstanta harus mengikuti AP yang lain
contoh
sebuah lingkaran memiliki jari-jari 1 cm, tentukanlah luas dari lingkaran tersebut!
jawab.
rumus utama Luas Lingkaran adalah
L = πR2

karena R = 1 (1AP) maka konstanta Phi (π) harus memiliki 1 AP..karena mengikuti AP pada angka yang diketahui. maka
L = 3 X 1 X 1 = 3.

(maka nilai Phi bukan lagi 3,14..tetapi 3)

ANGKA PENTING

Aturan Angka Penitng (kita singkat AP)

1. semua ANGKA BUKAN NOL adalah AP. (contoh :245,6 --> 4AP)

  • 2 angka nol YANG TERLETAK DIANTARA DUA ANGKA BUKAN NOL aalah AP (Contoh : 572,001 à 6 AP , 70,02 à 2AP)

    3. Angka nol pada deretan akhir sebuah bilangan yang > 10 termasuk AP, kecuali jika angka SEBELUM NOL diberi garis bawah (maksudnya, AP berakhir pada angka yang diberikan garis bawah dan angka selanjutnya bukan AP).

    Contoh : 2500 à 4AP

    2500 à 3 AP

    2500 à 2 AP


Minggu, 05 September 2010

BESARAN & SATUAN I


Apa itu mengukur? kegiatan kita tak pernah lepas dari mengukur, mengukur dan mengukur. lalu, taukah teman2 definisi dari "mengukur" itu? mengukur ialah membandingkan sesuatu dengan sesuatu lain namun sejenis yang akan ditetapkan sebagai satuan. lalu, apakah yang dapat diukur itu? yang dapat diukur adalah panjang, massa, waktu, suhu, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan. jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka di fisika disebut sebagai besaran.
warna benda, kejujuran, kesetiaan, kesenian, dan sebagainya tidak termasuk besaran, karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan nominal angka. Umumnya, besaran memiliki satuan, namun ada beberapa besaran yang tidak memiliki satuan, misalnya indeks bias cahaya (akan di pelajari di materi berikutnya) dan massa jenis relatif. ada dua jenis besaran yan dikenal dalam ilmu fisika, mari kita telusuri satu per satu

I. Besaran Pokok
besaran ini merupakan besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada satuan lainnya. artinya, besaran pokok sudah memiliki sendiri satuannya, dan sudah mutlak. Terdapat tujuh besaran poko, yaitu:

BESARAN POKOK

SATUAN

SINGKATAN

DIMENSI

Panjang

Massa

Waktu

Kuat Arus Listrik

Suhu

Jumlah Zat

Intensitas Cahaya

Meter

Kilogram

Sekon (detik)

Ampere

Kelvin

Mol

Candela

M

Kg

S

A

K

Mol

cd

[ L ]

[ M ]

[ T ]

[ I ]

[ θ ]

[ N ]

[ J ]

cat : dimensi selalu dituliskan dalam huruf kapital. fungsi dari dimensi akan dijelaskan pada sub-bab berikutnya. ok! ^^

II. Besaran Turunan
besaran ini merupakan besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. maksudnya, dapat diartikan bahwa satuan yang dimiliki besaran turunan "diperoleh" dari satuan besaran pokok. Misalnya, satuan volume adalah satuan panjang namun di pangkatkan tiga, yang didapat dari rumus, = panjang X Lebar X Tinggi, dimana masing-masing satuan adalah meter (m), maka m akan dikalikan sebanyak 3 kali (m X m X m), maka satuan volume adalah m3. massa jenis memiliki satuan
Kg / m3
, sesuai dengan definisi massa jenis, yaitu, massa jenis = hasil bagi massa (satuan Kg) dan volume (
m3
). maka diperoleh lah satuan seperti tadi. satuan tadi juga dapat dituliskan sebagai
Kg m- 3
(pangkatnya dinaikkan keatas, maka jadi bernilai - 3). apakah sampai disini mengerti? jika ada yang kurang mengerti, silahkan ditanyakan ^^....dengan senang hati saya akan menjawabnya. sampai disni saja dulu, dan materi selanjutnya (topik yang sama) akan saya post di hari lain. ok